Kamis, 27 Februari 2014

Review Buku: Gone Girl oleh Gillian Flynn

Judul: Gone Girl
Pengarang: Gillian Flynn
Tanggal Terbit: Mei 2012
Penerbit: Phoenix
Goodreads

Dari Goodreads:
On a warm summer morning in North Carthage, Missouri, it is Nick and Amy Dunne's fifth wedding anniversary. Presents are being wrapped and reservations are being made when Nick's clever and beautiful wife disappears from their rented McMansion on the Mississippi River. Husband-of-the-Year Nick isn't doing himself any favors with cringe-worthy daydreams about the slope and shape of his wife's head, but passages from Amy's diary reveal the alpha-girl perfectionist could have put anyone dangerously on edge. Under mounting pressure from the police and the media--as well as Amy's fiercely doting parents--the town golden boy parades an endless series of lies, deceits, and inappropriate behavior. Nick is oddly evasive, and he's definitely bitter--but is he really a killer? 

As the cops close in, every couple in town is soon wondering how well they know the one that they love. With his twin sister, Margo, at his side, Nick stands by his innocence. Trouble is, if Nick didn't do it, where is that beautiful wife? And what was in that silvery gift box hidden in the back of her bedroom closet?





Gone Girl adalah buku yang tidak pernah saya pikir untuk dibaca, paling tidak bukan dalam waktu dekat. Saya tahu nasib akan buku-buku sejenis Gone Girl yang saya beli. Duduk manis di rak buku, tersampul rapi, hanya untuk disapu debunya sekali-sekali dan dibaca beberapa tahun kemudian. Hampir saja buku ini mengalami nasib yang sama dengan kawan-kawannya, jika saya seminggu lalu tidak bosan dan mengambil buku secara acak. Beberapa belas halaman awal, dan BAM!

Saya tidak dapat berhenti membaca.

Gone Girl, dengan karakternya yang dengan hati-hati dibentuk dan plot yang dipikirkan matang-matang, berhasil menyihir saya. Ini bukan kisah misteri biasa di mana kita hanya dibawa menebak-nebak apakah si suami memang membunuh istrinya. Sebaliknya, buku ini sarat akan karakter-karakter rumit yang tidak hanya terdiri dari satu lapisan. Saya akui saya bukan ahli dalam memecahkan kasus di buku, tetapi saya telah cukup banyak bertemu karakter buku untuk mengenali stereotipe. Karakter yang baik seluruhnya, atau jahat sampai ke akar-akarnya. Gone Girl mengajak saya menemui karakter yang memiliki sisi baik dan buruknya, karakter-karakter yang mungkin tidak kita cintai, namun juga tidak mampu kita benci. Karakter-karakter yang secara tidak sadar membuat kita terikat secara emosional dengan mereka.

Nick dan Amy, dua karakter utama di buku ini, memainkan permainan yang berbahaya. Satu langkah keliru dan segalanya akan berakhir, tidak dengan damai namun dengan darah dan kebencian. Mungkin benar bahwa perbedaan benci dan cinta setipis kertas. When we hate someone, we become acutely aware of what the other person doing. We study the person, catalogue everything that the person likes and hates, and wait for the right opportunity to launch the attack. Persis apa yang terjadi pada karakter-karakter di buku ini.

Butuh kesabaran untuk membaca Gone Girl, tapi saya yakin bahwa sekali Anda membacanya, Anda akan kesulitan meletakkannya. Seperti saya, Anda akan bertanya-tanya: Apa sebenarnya yang terjadi? Benarkah Nick membunuh Amy? Siapa sesungguhnya dalang di balik semua ini? Gone Girl akan membuat Anda kehabisan kata-kata dengan plotnya yang brilian, karakter yang tidak mudah ditebak, dan penulisan yang indah. Ini adalah psychological thriller luar biasa yang saya yakin tidak akan Anda sesali baca.

I will find you, Amy. Lovesick words, hateful intention.



 4 butterflies!
Karakter yang nyata dan plot yang sangat, sangat rapi.




Senin, 03 Februari 2014

Review Komik: Niina's First Love Story oleh Koyomi Minamori


Judul: Niina's First Love Story
Pengarang: Koyomi Minamori
Tanggal Terbit: 2013
Jumlah volume: 4
Penerbit: M&C!

Sinopsis dari cover buku:
“Sejak dulu, aku sudah menyukaimu.”

Chitose Amamiya meninggal di usianya yang ke-15. Dia lalu terlahir kembali sebagai Niina Aoyagi. 10 tahun telah berlalu. Niina pindah ke rumah baru dan berjumpa dengan Atsuro, lelaki yang pernah menjadi pacarnya di kehidupan sebelumnya sebagai Chitose. Niina pun bingung harus merasa senang atau sedih saat mengetahui Atsuro masih mencintai Chitose, apalagi usia mereka kini terpaut 15 tahun.
 
Satu hal yang pasti, baik di kehidupan sebelumnya maupun sekarang, perasaannya terhadap Atsuro tak pernah berubah.




Saya suka sekali kisah cinta beda usia, apalagi yang beda usianya cukup jauh. Addicted, maybe. Rasanya oh-so-sweet bahwa cinta berhasil melampaui perbedaan usia. Yang merasakan hal yang sama dengan saya, acungkan jari! *hening* Oke, lanjut.

Selain karena perbedaan usia kedua tokoh yang cukup jauh yaitu 15 tahun, hal yang membedakan manga ini dari manga lainnya adalah karena reinkarnasi mengambil bagian dalam cerita. Niina sang tokoh utama adalah kekasih dari Atsuro di kehidupan sebelumnya. 10 tahun lalu, Chitose yaitu Niina di masa lalu mengalami kecelakaan dan sejak itu Atsuro menyalahkan dirinya sendiri. Chitose yang telah terlahir kembali menjadi Niina pun harus berjuang mendapatkan cinta Atsuro yang tidak mampu melupakan Chitose.

Secara pribadi, Niina’s First Love masuk ke dalam koleksi favorite-manga saya. Artwork yang indah dan cerita yang menyentuh dengan mudah membuatnya naik ke posisi atas. Terlebih, saya mengagumi sifat Niina yang pantang menyerah dan dengan dewasa menangani permasalahan-permasalahan yang muncul di cerita. Niina sadar bahwa luka hati Atsuro yang ditinggalkan Chitose sangat dalam, maka ia pelan-pelan berusaha membuat Atsuro sadar akan keberadaannya. Ketika Niina bertemu kembali dengan keluarga dirinya di kehidupan sebelumnya pun Niina menangani masalah itu dengan hati-hati dan dipikirkan mendalam, maupun ketika ia galau dengan pilihan kuliahnya. Saya suka sekali bahwa Niina memutuskan mengejar mimpinya, bukan cowok (errr, no offense jika ada yang merasa diserang. Ini pendapat pribadi lho ;) ).

Bagi penggemar romance manga, Niina’s First Love adalah serial yang saya sangat rekomendasikan. Pas banget buat hadiah Valentine untuk pacar haha, tapi bagi yang lagi jomblo waspada galau karena cerita Niina dan Atsuro yang super sweet. Sangat menyentuh, indah, dan manis, Niina’s First Love akan membuat kamu tersenyum-senyum sendiri akan kisah cinta pasangan beda usia ini.




Five butterflies!
Romantis dan penuh dengan  lovable characters. LOOOVE this book!
∩˙▿˙∩



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...