Tampilkan postingan dengan label review komik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review komik. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Februari 2014

Review Komik: Niina's First Love Story oleh Koyomi Minamori


Judul: Niina's First Love Story
Pengarang: Koyomi Minamori
Tanggal Terbit: 2013
Jumlah volume: 4
Penerbit: M&C!

Sinopsis dari cover buku:
“Sejak dulu, aku sudah menyukaimu.”

Chitose Amamiya meninggal di usianya yang ke-15. Dia lalu terlahir kembali sebagai Niina Aoyagi. 10 tahun telah berlalu. Niina pindah ke rumah baru dan berjumpa dengan Atsuro, lelaki yang pernah menjadi pacarnya di kehidupan sebelumnya sebagai Chitose. Niina pun bingung harus merasa senang atau sedih saat mengetahui Atsuro masih mencintai Chitose, apalagi usia mereka kini terpaut 15 tahun.
 
Satu hal yang pasti, baik di kehidupan sebelumnya maupun sekarang, perasaannya terhadap Atsuro tak pernah berubah.




Saya suka sekali kisah cinta beda usia, apalagi yang beda usianya cukup jauh. Addicted, maybe. Rasanya oh-so-sweet bahwa cinta berhasil melampaui perbedaan usia. Yang merasakan hal yang sama dengan saya, acungkan jari! *hening* Oke, lanjut.

Selain karena perbedaan usia kedua tokoh yang cukup jauh yaitu 15 tahun, hal yang membedakan manga ini dari manga lainnya adalah karena reinkarnasi mengambil bagian dalam cerita. Niina sang tokoh utama adalah kekasih dari Atsuro di kehidupan sebelumnya. 10 tahun lalu, Chitose yaitu Niina di masa lalu mengalami kecelakaan dan sejak itu Atsuro menyalahkan dirinya sendiri. Chitose yang telah terlahir kembali menjadi Niina pun harus berjuang mendapatkan cinta Atsuro yang tidak mampu melupakan Chitose.

Secara pribadi, Niina’s First Love masuk ke dalam koleksi favorite-manga saya. Artwork yang indah dan cerita yang menyentuh dengan mudah membuatnya naik ke posisi atas. Terlebih, saya mengagumi sifat Niina yang pantang menyerah dan dengan dewasa menangani permasalahan-permasalahan yang muncul di cerita. Niina sadar bahwa luka hati Atsuro yang ditinggalkan Chitose sangat dalam, maka ia pelan-pelan berusaha membuat Atsuro sadar akan keberadaannya. Ketika Niina bertemu kembali dengan keluarga dirinya di kehidupan sebelumnya pun Niina menangani masalah itu dengan hati-hati dan dipikirkan mendalam, maupun ketika ia galau dengan pilihan kuliahnya. Saya suka sekali bahwa Niina memutuskan mengejar mimpinya, bukan cowok (errr, no offense jika ada yang merasa diserang. Ini pendapat pribadi lho ;) ).

Bagi penggemar romance manga, Niina’s First Love adalah serial yang saya sangat rekomendasikan. Pas banget buat hadiah Valentine untuk pacar haha, tapi bagi yang lagi jomblo waspada galau karena cerita Niina dan Atsuro yang super sweet. Sangat menyentuh, indah, dan manis, Niina’s First Love akan membuat kamu tersenyum-senyum sendiri akan kisah cinta pasangan beda usia ini.




Five butterflies!
Romantis dan penuh dengan  lovable characters. LOOOVE this book!
♥ ∩˙▿˙∩



Rabu, 25 September 2013

Review Komik: Psychic Detective Yakumo oleh Miyako Ritsu & Manabu Kaminaga


Judul: Psychic Detective Yakumo
Pengarang: Miyako Ritsu (Art) & Manabu Kaminaga (Story)
Tanggal terbit: 2011
Jumlah Volume : 2
Penerbit : M&C!

Sinopsis dari cover buku:
Saitou Yakumo, mahasiswa tahun ke-2 yang wajahnya selalu tidak ramah dan bertindak semaunya. Ucapannya selalu sinis dan penuh sindiran. Dia bisa melihat dan mendengar suara arwah, namun tidak bisa menyucikan mereka agar bisa naik ke dunia selanjutnya. Yakumo menguraikan pesan yang ditinggalkan arwah dan menguak dosa-dosa manusia...




Psychic Detetective Yakumo mengingatkan saya pada kisah “Ghost Hunt” karya Shiho Inada (art) & Fuyumi Ono (story) karena berada dalam genre yang sama, yaitu supranatural thriller, dan diangkat dari light novel. Namun, Yakumo menggunakan setting kampus dan tidak memasukkan tokoh yang masih bersekolah sehingga target pembacanya lebih condong ke usia 15+. Selain itu, Yakumo yang selalu memakai kemeja putih tidak ragu-ragu ganti baju di depan cewek yang bukan pacarnya XD.  

Psychic Detetective Yakumo versi Miyako Ritsu dibuka dengan permintaan Ozawa Haruka kepada Saitou Yakumo untuk menolong seorang temannya yang ditimpa musibah usai bermain uji nyali di sudut bangunan kampus yang angker. Yakumo awalnya tidak telalu antusias, tetapi akhirnya bersedia membantu Haruka memecahkan kasus tersebut dengan menggunakanbakat supranatural dan kemampuan analisisnya yang tajam. Sejak saat itu, Haruka pun meminta Yakumo untuk memecahkan kasus-kasus supranatural lain di sekitar mereka.

Komik ini merupakah salah satu seri yang pantas dikoleksi. Jalan ceritanya mudah diikuti, artworknya rapi, dan tokoh-tokohnya pun menghibur. Yakumo yang dingin dan cuek terpaksa menghadapi Haruka yang terlampau bersemangat menolong orang-orang yang kesusahan akibat dikutuk arwah. Yakumo sendiri punya alasan dia memilih bersikap antisosial. Salah satu matanya yang berwarna merah memiliki kemampuan melihat dan mendengar arwah di mana saja dan kapan saja. Akibatnya, Yakumo selalu bersikap sinis dan cenderung menyendiri akibat kurang percaya pada sifat baik manusia. Untungnya, ada Haruka yang nekat mengajak Yakumo agar bersikap lebih simpatik dan melihat mata merah Yakumo sebagai suatu kelebihan. Selain itu, ada juga tokoh Paman Yakumo dan Detektif Gotou yang selalu mendukung Yakumo, baik secara diam-diam maupun terang-terangan.

Menurut saya, dua volume buku ini berisi tiga kasus yang semuanya menarik untuk disimak. Ketiganya memiliki unsur drama, tetapi kasus yang paling membekas di ingatan saya adalah kasus kedua tentang terowongan maut. Arwahnya memiliki mata seram penuh dendam dan sukses bikin bulu kuduk merinding. Beneran deh, komik yang satu ini bukan bacaan sebelum tidur.

Bagi yang penasaran dengan masa lalu Yakumo, boleh tuh ngelirik “Psychic Detective Yakumo: The Alternate Story” hasil goresan pena Suzuka Oda. Dari pengamatan sekilas sih, kelihatannya lebih serius, lebih kelam, dan lebih berdarah-darah.






4 butterflies!
Kisah menegangkan, cowok cool, dan artwork yang rapi. I crave for more volumes!



Rabu, 03 Juli 2013

Review Komik: Moon's Fever oleh OZAKI Ira

Judul: Moon's Fever
Pengarang: OZAKI Ira
Tanggal Terbit: Juni 2013
Penerbit: M&C! Comics
Baka-Updates

Ringkasan dari cover buku:
Kumi mengalami kecelakaan setelah bertengkar dengan Takatori, kekasihnya. Saat sadar, di sisinya berdiri keluarga dan kekasihnya yang mencemaskannya. Namun, Kumi yang keras kepala spontan berpura-pura tidak ingat pada Takatori. Akibatnya, ia dikira mengalami amnesia! Kumi terjebak, tak bisa bilang kalau ia sebenarnya bohong. Apa yang akan Kumi lakukan?! Bagaimana kelanjutan kisah cintanya dengan sang kekasih?!





Moon’s Fever berisi empat oneshots karya OZAKI Ira, yaitu Pure Love Percentage, Moon’s Fever, One-Way Navigation, dan Love in July. Cerita Moon’s Fever, meskipun memiliki ide cerita yang sangat menarik, namun dalam karakterisasi menurut saya kurang digali. Jalan cerita sedikit membosankan karena setting ‘amnesia parsial’ yang dialami tokoh utama hanya terjadi di rumah sakit. Moon’s Fever yang merupakan judul utama dalam manga ini malah menjadi cerita yang paling ‘biasa’ menurut saya.

Pure Love Percentage menceritakan tentang gadis yang menumpang tinggal di tempat adik kelasnya karena kesepian setelah putus cinta. Cerita ini dan cerita ketiga, One-Way Navigation, memiliki tokoh-tokoh yang sudah kuliah. Mungkin karena itu cerita terasa lebih dewasa dan karakterisasi tokoh lebih tergali. One Way Navigation berkisah tentang pertemanan unik antara dua mahasiswa baru yang mengikat pertemanan melalui keinginan mereka untuk berbuat jail. One Way Navigation adalah cerita yang sangat realistis dan menjadi cerita favorit saya di komik ini. Cerita keempat di buku ini, Love in July, adalah cerita yang sangat manis dan sesuai dengan setting cerita di SMA. Pertemuan yang dialami kedua tokoh utama tersebut sangat menarik.

Secara keseluruhan, Moon’s Fever adalah kumpulan oneshots yang menurut saya pantas dibaca. Cerita-cerita karya OZAKI Ira memiliki humor segar dan twists yang akan menarik bagi pembaca yang bosan dengan komik shoujo yang itu-itu saja. Hal yang mengganggu saya ketika membaca komik tersebut malah catatan penerjemah (translator notes) yang memberikan definisi kata-kata seperti daifuku, ineyarou, dan tadaima dalam bahasa Inggris. Menurut saya catatan dalam bahasa Inggris itu akan lebih baik apabila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Namun terlepas dari itu, Moon’s Fever adalah pilihan yang tepat bagi penggemar komik yang ingin membaca komik shoujo yang berbeda dari shoujo biasa.





3.5 butterflies
Kumpulan shoujo oneshots yang cukup unik dan beda dari biasa.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...