Senin, 03 Maret 2014

Review Buku: Liesl & Po oleh Lauren Oliver

Judul: Liesl & Po
Pengarang: Lauren Oliver
Tanggal terbit: April 2013
Penerbit: Mizan Fantasi
Goodreads

Dari Goodreads:
Di hari ketiga setelah kematian ayahnya, Liesl melihat hantu.

Liesl dikurung di loteng oleh sang ibu tiri. Di malam-malam gelap, Liesl menghibur diri dengan menggambar. Lalu, kegelapan di lotengnya menggeliat dan melentur, memunculkan sesosok hantu. Po, yang datang dari Dunia Lain, tempat roh dan hantu berkeliaran di kegelapan yang membentang seluas semesta. Liesl berharap Po bisa menemukan ayahnya di Dunia Lain.

Suatu hari, tak sengaja Will, murid sang Alkemis, menukar kotak berisi sihir terkuat di dunia dengan kotak abu ayah Liesl. Sebuah kesalahan yang menarik dua anak dan satu hantu dalam sebuah petualangan yang menegangkan. Petualangan yang membuat Dunia Lain dan Dunia Nyata bersentuhan dan membuka rahasia-rahasia mengerikan.

Kisah tentang persahabatan dan rasa sepi, keserakahan dan kemurahan hati, kematian dan kehidupan, Lauren Oliver berhasil meramu kisah yang petualangan yang menegangkan sekaligus menghangatkan hati.




Dua orang bocah dan tiga hantu menyelamatkan dunia dari kemuraman abadi, begitulah inti ceritanya. Namun, apa yang membuat buku ini menarik?

Liesl & Po tidak jelas ditempatkan di rentang waktu yang mana dan di belahan Eropa yang mana. Kelas sosial yang terbagi-bagi di masyarakat mengingatkan zaman Victoria, namun adanya banyak cerobong asap dan alat-alat modern mengingatkan era sebelum Perang Dunia Pertama.

Akan tetapi, kita seolah dituntun menyaksikan keajaiban, meskipun kita belum tahu kejaiban apa yang kita nantikan dalam kisah ini.

Liesl dan Po hanya berjuang mengembalikan abu jenazah ayah Liesl ke rumah masa kecil Liesl dahulu, sebuah rumah mungil di tepi danau. Akan tetapi, misi sederhana nyaris tampak mustahil saat mereka tidak punya uang dan dicari-cari banyak pihak.

Gaya bercerita Lauren Oliver dalam buku ini mengingatkan saya akan gaya bercerita Kate DiCamillo dalam Tale of Desperaux. Setiap tokoh punya andil dalam cerita, tak peduli betapa remehnya.

Liesl, Po, dan tokoh-tokoh lain menunjukkan bahwa yang mustahil tampak mungkin ketika semua orang bekerja sama mewujudkan hasrat mereka, terlepas apakah hasrat tersebut berbenturan dengan impian orang lain.






 3 butterflies!
Tidak begitu berkesan, tapi cukup menarik.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

We love reading comments from our readers, so please leave us your thoughts! Kami akan selalu membalas komentar kamu di blog ini dan juga mengunjungi balik blog kamu. :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...